PASURUAN — Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pasuruan melakukan audiensi dengan Bupati Pasuruan pada Selasa, 2 Juni 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara FPRB dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam upaya membangun ketangguhan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.
Dalam audiensi tersebut, FPRB Kabupaten Pasuruan menyampaikan komitmen untuk terus mengambil peran aktif dalam pengurangan risiko bencana, mulai dari edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan relawan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga mendukung respons kebencanaan di wilayah Kabupaten Pasuruan.
FPRB juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam penanggulangan bencana. Pemerintah, relawan, masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen lainnya perlu bergerak bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.
Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat posisi FPRB sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun budaya sadar bencana di Kabupaten Pasuruan. Tidak hanya bergerak ketika bencana terjadi, tetapi juga hadir dalam upaya pencegahan dan pengurangan risiko sebelum bencana.
Ketua FPRB Kabupaten Pasuruan, Aris Felani, S.Sos, menyampaikan bahwa pengurangan risiko bencana membutuhkan kerja bersama dan kesinambungan program.
«“FPRB siap menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana. Semangatnya bukan hanya bagaimana kita merespons ketika bencana terjadi, tetapi bagaimana risiko tersebut dapat kita kurangi sejak awal melalui edukasi, mitigasi, kesiapsiagaan, dan kolaborasi,” ujarnya.»
Melalui audiensi tersebut, FPRB Kabupaten Pasuruan berharap terbangun koordinasi yang semakin kuat dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan sehingga berbagai program pengurangan risiko bencana dapat dilaksanakan secara lebih terarah, partisipatif, dan berkelanjutan.
FPRB Kabupaten Pasuruan — Bersama Membangun Masyarakat Tangguh Bencana.
